Perjalanan saya bersama Talents Mapping berawal dari proses memahami diri sendiri di fase hidup yang tidak mudah. Dari sana saya belajar bahwa mengenal bakat bukan tentang menjadi orang lain, melainkan tentang berdamai dengan diri sendiri.
Sebagai seorang ibu rumah tangga, saya juga menjalani proses mendampingi anak-anak bertumbuh sesuai pola bakatnya. Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa mengenal diri adalah langkah awal sebelum mendampingi orang lain — baik sebagai orang tua maupun sebagai praktisi.
Hari ini, saya mendampingi individu melalui pendekatan reflektif dan percakapan yang jujur, agar mereka tidak hanya mengetahui bakatnya, tetapi juga memahami makna di baliknya. Bagi saya, Talents Mapping bukan sekadar asesmen, melainkan ruang pulang untuk bertumbuh dengan kesadaran, atas izin dan bimbingan Allah.